Syarat dan Ketentuan

Syarat dan Ketentuan

Syarat dan Ketentuan Untuk Mengikuti Ibadah di Gedung Gereja

(https://www.berlin.de/corona/massnahmen/gottesdienste/)

A. Pengunjung kebaktian yang termasuk di dalam kelompok berisiko (Risikogruppe) dihimbau untuk tidak menghadiri kebaktian

Yang termasuk ke dalam kelompok berisiko (Risikogruppe) antara lain:

    • memiliki riwayat penyakit kronis 
    • menunjukkan gejala-gejala COVID-19*
    • mengalami gejala-gejala COVID-19* selama seminggu terakhir (walau sudah merasa sehat)
    • sedang menunggu hasil tes COVID-19
    • baru bepergian dari daerah yang terjangkit atau rawan COVID-19 (Risikogebiete) dalam kurun waktu satu minggu
  • *)Gejala-gejala COVID-19 adalah batuk, demam, sesak napas, kelelahan, tubuh terasa sakit, sakit kepala, kehilangan indera perasa atau penciuman, sakit tenggorokan, pilek/hidung tersumbat, mual, diare.

B. Mengikuti protokol kesehatan yang kami ambil untuk mengurangi risiko penyebaran       COVID-19.

Sebelum Kebaktian:

    1. Membawa Kartu Identitas (Aufenthaltstitel) atau Paspor.
    2. Seluruh jemaat dan penatalayan diwajibkan membawa dan memakai masker masing-masing, selama berada didalam gedung gereja. Pengecualian: Liturgos, Singer, Pelayan Firman diperbolehkan membuka masker selama berbicara di atas mimbar.
    3. Jemaat dipersilahkan memasuki gedung gereja dengan menjaga jarak 1,5m – 2m dan menghindari masuk secara bersamaan.
    4. Memperhatikan tanda pengarah jalan di lantai selama berada di dalam gedung gereja.
    5. Menggunakan desinfektan yang telah disediakan/mencuci tangan sebelum memasuki ruangan ibadah (Gemeindesaal).
    6. Penggunaan WC hanya diperbolehkan maks. 1 orang
    7. Gereja tidak menyediakan penitipan jaket, maka dari itu jaket harap dibawa ke tempat duduk masing-masing

Selama Kebaktian:

    1. Jemaat tidak diperbolehkan menyanyi selama kebaktian.
    2. Jemaat yang tinggal dalam satu rumah tangga diharapkan dapat duduk bersama (karena tempat yang sangat terbatas). 

Setelah kebaktian:

    1. Terhitung tanggal 25 Oktober 2020, para Majelis memutuskan untuk meniadakan Kaffezeit  setelah kebaktian demi menghindari pengelompokan dan mencegah penyebaran virus COVID-19. Jemaat harus segera meninggalkan gedung gereja setelah kebaktian berakhir dengan mengikuti arahan dari petugas kebaktian. 

    2. Jika ada yang mengalami gejala-gejala COVID-19 setelah mengikuti kebaktian di gereja, mohon segera melaporkan diri kepada majelis gereja atau Gembala Sidang, agar dapat segera diambil tindakan terhadap semua jemaat yang hadir untuk memutus mata rantai penularan sebagai bentuk pertanggung jawaban kami dalam mengadakan kebaktian.

C. Apabila calon pengunjung/ penatalayan yang sudah mendapatkan konfirmasi untuk bisa datang beribadah tetapi berhalangan untuk hadir, harap segera memberi kabar kepada:

Tim Pendaftaran & Pendataan
pendaftaran@immanuel-berlin.de

D. Anda wajib mendaftarkan diri jika ingin hadir sebagai pengunjung dalam ibadah di gedung gereja melalui link di bawah ini: 

E. Ruang Orang Tua dan Anak (Eltern-Kinder-Raum) telah dapat digunakan namun hanya diperuntukkan untuk satu rumah tangga (Haushalt) saja. Jika ingin menggunakannya, Anda wajib mendaftar melalui link di bawah ini:

F. Apabila Anda melayani di hari Minggu tersebut, Anda wajib mendaftarkan diri (bukan sebagai pengunjung) melalui link penatalayan di bawah ini: