Syarat dan Ketentuan

Syarat dan Ketentuan

Syarat dan Ketentuan Untuk Mengikuti Ibadah 3G di Gedung Gereja

https://www.berlin.de/corona/massnahmen/veranstaltungen-und-kultur/

A. Pengunjung & Penatalayan kebaktian yang termasuk di dalam beberapa kriteria di bawah ini  dihimbau untuk tidak menghadiri kebaktian

Kriteria-kriteria tersebut antara lain:

    • menunjukkan gejala-gejala COVID-19*
    • mengalami gejala-gejala COVID-19* selama seminggu terakhir (walau sudah merasa sehat)
    • baru bepergian dari daerah yang terjangkit atau rawan COVID-19 (Risikogebiete) dalam kurun waktu satu minggu
    • tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi COVID-19.
      Apabila Anda melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi COVID-19, harap melakukan karantina mandiri selama 2 minggu.

*) Gejala-gejala COVID-19 adalah sakit tenggorokan, batuk, demam, sesak napas, kelelahan, tubuh terasa sakit, sakit kepala, kehilangan pengecapan (ageusia) atau penciuman (anosmia), pilek/hidung tersumbat, mual, diare.

B. Jemaat dapat menghadiri/melayani di kebaktian apabila telah memenuhi syarat 3G (Geimpft, Getestet*, Genesen).

*) Bagi pengunjung yang belum divaksin/belum melewati 14 hari setelah vaksin* kedua, diharapkan membawa hasil negatif tes covid. Hasil tes dapat diperoleh secara resmi melalui Teststelle atau melakukan tes antigen yang disediakan di gereja (harap datang sebelum pk. 15.30)

*) Vaksin yang berlaku di EU adalah Biontech/Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson

C. Mengikuti protokol kesehatan yang kami ambil untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19.

Sebelum Kebaktian:

    1. Mempersiapkan tanda bukti syarat 3G (sertifikat vaksin EU, surat bukti Genesen, atau hasil tes covid) dan menunjukannya kepada petugas kebaktian. 
    2. Seluruh jemaat dan penatalayan diwajibkan membawa dan memakai masker OP/FFP2/KN95* selama berada di dalam gedung gereja dan sampai meninggalkan gedung gereja.
      *) Pengecualian: Liturgos, Singer, Pelayan Firman diperbolehkan membuka masker selama berbicara di atas mimbar.
    3. Menggunakan desinfektan yang telah disediakan/mencuci tangan sebelum memasuki ruangan ibadah (Gemeindesaal).
    4. Gereja belum menyediakan penitipan jaket, maka dari itu jaket harap dibawa ke tempat duduk masing-masing

Selama Kebaktian:

    1. Jemaat diperbolehkan menyanyi selama kebaktian dengan tetap mengenakan masker

Setelah kebaktian:

    1. Kaffezeit diadakan dengan menggunakan sistem 2G (Geimpft oder Genesen). Jemaat yang ingin mengikuti Kaffeezeit, dapat segera menuju ke Anbau Oben atau Garten belakang dengan teratur dengan tetap menjaga jarak dan tetap mengenakan masker.
    2. Jika ada yang mengalami gejala-gejala COVID-19 setelah mengikuti kebaktian di gereja, mohon segera melaporkan diri kepada majelis gereja atau Tim Hamba Tuhan, agar dapat segera diambil tindakan terhadap semua jemaat yang hadir untuk memutus mata rantai penularan sebagai bentuk pertanggung jawaban kami dalam mengadakan kebaktian.


Apabila masih ada pertanyaan, Anda dapat langsung menghubungi majelis yang ada atau mengirimkan pertanyaan lewat E-Mail ke info@immanuel-berlin.de